Dinilai Pemicu Inflasi, Alasan Pemkot Memilih Cabe Untuk Program Bulo

14 Januari 2017 21:22
Ketua Kelompok Kerja Percepatan Bulo Kota Makassar, DR. Sakka Pati

MAKASSAR,INIKATA.com— Menyusul dengan tingginya harga nilai jual cabe, dan menjadi pemicu inflasi tertinggi di Indonesia. Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto menggalakkan Program Badan Usaha Lorong (Bulo) yang akan ditanam akhir Januari sebanyak 10.600 pohon.

Ketua Kelompok Kerja Percepatan Bulo Kota Makassar, DR. Sakka pati mengatakan, pentingnya tanam cabe di lorong yang sudah didengungkan Wali Kota Makassar, sejak dua tahun terakhir ternyata terbukti sangat strategis menyusul tingginya nilai jual cabe sekaligus menjadi pemicu inflasi tertinggi di Indonesia.

“ Kenapa cabe, hasil sharing kami dengan sejumlah pakar cabe, dengan modal tujuh ribu rupiah saja, itu bisa menghasilkan profit tiga ratus tujuh puluh lima ribu rupiah . Jadi jika kita mensupport dana sebesar lima milyar rupiah, maka hitung – hitungnya akan menghasilkan laba sebesar tiga ratus tujuh puluh lima ribu Milyar rupiah, itu angka yang sangat fantastis. Di Makassar ini ada sekitar tujuh ribuan lorong. Untuk tahap awal, kita akan akan merealisasikan terbentuknya lima ratus kelompok tani lorong (Poktan). Sederhananya, lahan dipindahkan ke lorong, dan bagaimana lorong dikerja secara kelompok,”jelasnya, Sabtu (14/1/2017).

Menurutnya, Wali Kota Makassar telah menginstruksikan kepada seluruh stakeholder di Pemkot Makassar untuk bertanggungjawab terhadap pengembangan Bulo.

Bulo bukan hanya milik satu SKPD, tapi sinergi dari seluruh SKPD. Misalnya Dinas Ketahanan Pangan, mengidentifikasi dan menverifikasi Poktan yang mana memenuhi syarat dan layak menanam cabe. Syaratnya, minimal satu poktan beranggotakan 20 orang yang berbasis kelompok, bukan berbasis lorong. Dinas Koperasi membuat suatu protokol kelembagaan Poktan serta peran koperasi disetiap wilayah. Nanti setelah berbuah, manjadi domain Dinas Perindag untuk memikirkan pengelolaan dan pemasaran. Untuk mengembangan usaha dari sisi Informasi Tekhnologi itu ada di ranah Dinas Kominfo yang akan mengembangn sistem aplikasi, termasuk juga optimalisasi internet dan juga CCTV dilorong. Untuk Dinas Pariwisata, tentu ini menjadi tantangan dalam memasukkan lorong sebagai wahana eko pariwisata. Sedangkan untuk Dinas PU, bertanggungjawab untuk mendesain tempat sebagai wadah berjalannya bulo itu supaya aman” lanjutnya.

500 Poktan yang akan terbentuk tahun ini, akan bekerja melakukan proses budidaya cabe, mulai dari pembenihan, penyamaian, penanaman, pemeliharaan, itu dilakukan secara bersama. Di setiap kecamatan, akan di bentuk Green House yang berfungsi sebagai pusat penyamaian yang menjadi prototype untuk seluruh Poktan.

“Tim penggerak PKK di setiap kelurahan nantinya akan sangat berperan, utamanya terkait perawatan tanaman cabe,” tutup Sakka pati.(**)