KPPU Tinjau Harga Cabai dan Daging di Pasar Tradisional

9 Februari 2017 15:07
Ketua KPPU RI, Syarkawi Rauf bersama anggota Dewan DPR RI Komisi VI, Eka Sastra saat sidak di Pasar Tradisional Mandai, Kamis (09/02/2017). (foto:ist)

MAKASSAR,INIKATA.com – Usai sidak di peternak ayam di Dusun Pate’ne, Kelurahan Temappadua, Kabupaten Maros. KPPU RI bersama Anggota Dewan DPR RI Komisi VI, Eka Sastra melanjutkan sidak di Pasar Tradisional Mandai, Kamis (09/02/2017) demi membandingkan disparitas harga yang selama ini menimbulkan dugaan adanya persaingan tidak sehat.

Ketua KPPU RI 02

Ketua KPPU RI, Syarkawi Rauf bersama anggota Dewan DPR RI Komisi VI, Eka Sastra saat sidak di Pasar Tradisional Mandai, Kamis (09/02/2017). (foto:ist)

Ketua KPPU RI, Syarkawi Rauf mengatakan, tinjuan ke pasar tradisional demi menelusuri penyebab kenaikan harga bahan pokok. Pasalnya, dari fakta di sejumlah pasar tradisional harga cabai mencapai Rp 140 ribu/kilo, begitupun dengan harga daging yang berkisar di atas Rp100 ribu/kilo.

” Salah satu penyebab kenaikan akibat banyaknya permintaan melebihi pasokan dan bisa saja dipermainkan harganya oleh oknum yang menguasai pembelian dari pengepul atau dari yang menguasai penjualan dari agen atau ke riteler seperti pedagang pasar. Itu yang mau kita dalami sekarang,”pungkas Syarkawi Rauf.

Kata Syarkawi, tinjuan ini juga menjadi upaya menstabilkan harga sehingga pendapatan petani jadi lebih stabil,” Kan petani kita sekarang tidak nyaman dengan situasi harga saat ini. Petani akan lebih nyaman kalau harganya stabil,” jelasnya.

Anggota Komisi VI DPR RI, Eka Sastra menambahkan, peninjauan ini juga upaya mengetahui sebab kenaikan harga bahan pokok seperti cabai. Pasalnya, muncul kecurigaan adanya campur tangan bandar lain yang mengatur harga cabai saat ini yang menyebabkan disparitas harga sangat tinggi.

“Sehingga kami minta KPPU untuk meninjau langsung kondisi pasar. Nanti dari hasil laporan yang sudah kami sidak seperti Malang, Jakarta termasuk Makassar akan dirangkum dan dibuat kesimpulannya kenapa terjadi disparitas harga yg sangat signifikan,”kata Legislator dari Fraksi Golkar DPR RI ini kepada Inikata.com

“Kalau ditemukan nanti adanya permainan harga akan dijadikan kartel dan kita denda. Sehingga harga kembali normal lagi,”tutupnya. (**)

Baca Juga: KPPU Sidak Peternak Ayam