Asosiasi Taksi Sulsel Tolak Keberadaan Taksi Online

13 Februari 2017 18:09
Rapat dengar pendapat bersama asosiasi pengusaha taksi dan organda terkait keberadaan taksi online dan pete-pete smart.

MAKASSAR, INIKATA.com-Puluhan pengemudi taksi konvensional yang tergabung dalam asosiasi taksi menolak keberadaan taksi online. Seperti Grabcar dan Gocar yang beroperasi di Makassar. Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat di DPRD Sulsel, Senin (13/2/2017).

Bendahara Asosiasi Pengusaha Taksi Sulsel Iskandar mengatakan, keberadaan taksi online sungguh meresahkan bagi pengemudi taksi konvensional. Terutama dari segi pendapatan.

“Kami kan ikuti aturan soal harga transportasi. Sedangkan taksi online buat aturan sendiri harganya 30 persen dari harga argo taksi konvensional,”katanya.

Karena itu ia mendesak pemerintah provinsi untuk memblokir keberadaan taksi online karena tidak mematuhi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang transportasi dan Peraturan Menteri Nomor 32 yang mengatur tentang perhubungan.

“Banyak aturan yang dilabrak taksi online. Mereka beroperasi menggunakan plat hitam bukan plat kuning,”tutur Iskandar.

Lebih lanjut Iskandar menuturkan, total jumlah taksi online di Makassar mencapai 3.000 sedangkan taksi konvensional menurun hanya berkisar 1.400 unit.

“Taksi online mematikan mata pencaharian kami,”jelasnya.

Baca juga: Ini Kata SYL Mengenai Keberadaan Taksi Online di Sulsel

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Sulsel Irwandi Natsir menuturkan, pihaknya meminta kepala dinas perhubungan membuat surat ke kepolisian untuk menghentikan sementara waktu pengeoprasian taksi online. Pasalnya, taksi tersebut tidak memenuhi syarat transportasi.

“Seperti Grabcar dan Gocar sebagaimana PP. Nomor 74 tentang transportasi harus berbadan hukum. Nanti setelah lengkap baru bereporasi,”kata politisi dari PAN ini.

Baca juga: Protes Angkutan Aplikasi Berbasis Online, Syamsuddin: Mereka Preman Pajak

Selan taksi online, keberadaan pete-pete Smart pun perlu dicermati. Pasalnya, pete-pete itu tidak dilengkapi uji kelayakan. (**)