Duta PBB Sebut Pelayanan Kesehatan Makassar Luar Biasa

15 Februari 2017 11:26
Duta Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Sustainable Development Goal Emily Falconer menemui Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan "Danny" Pomanto di Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan Penghibur, Rabu, (15/2/2017). (foto:ist)

MAKASSAR,INIKATA.com – Duta Perserikatan Bangsa -bangsa (PBB) untuk Sustainable Development Goal Emily Falconer menemui Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto di Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan Penghibur, Rabu, (15/2/2017).

d1

Duta Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Sustainable Development Goal Emily Falconer menemui Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto di Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan Penghibur, Rabu, (15/2/2017). (foto:ist)

Pertemuan antara Danny dan Duta PBB Emily membahas Sustainable Development Goal, salah satu program PBB yang dikerjasamakan dengan AIESEC Makassar yang berkantor induk di Belanda.

d2

Duta Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Sustainable Development Goal Emily Falconer menemui Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto di Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan Penghibur, Rabu, (15/2/2017). (foto:ist)

Fokus programnya pada 3 bidang yaitu edukasi, lingkungan hidup, dan kesehatan. Di ASEAN hanya ada dua negara yang dipilih oleh PBB dan AIESEC untuk terlibat dalam program ini, yaitu Filipina dan Indonesia.

Sementara di Indonesia, Makassar menjadi satu – satunya kota yang terlibat pada program Sustainable Development Goal yang berfokus pada bidang kesehatan. “Makassar dipilih karena dinilai pemerintahnya memiliki perhatian dan kepedulian terhadap pelayanan kesehatan warganya,” sebut Emily dalam Inggris terjemahan.

Emily tiba di Makassar, Selasa, 14 Februari 2017, kemarin. Ia akan berada di Makassar hingga Sabtu, 18 Februari 2017. Selama 4 hari berada di Makassar, Emily akan mengunjungi sejumlah tempat untuk menyaksikan upaya pemerintah kota dalam meningkatkan derajat kesehatan warganya.

“Program Pemerintah kota Makassar di bidang kesehatan dimulai sejak anak masih dalam kandungan. Kami memiliki program pendampingan 1.000 hari pertama kelahiran,” papar Wali Kota Danny dalam bahasa Inggris.

Program ini dikerjasamakan dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas). Setiap ibu yang mengandung, di awal kehamilannya hingga anak berusia 2 tahun mendapatkan pendampingan dari alumni kedokteran Unhas, dan dokter ahli.

Baca Juga: Danny Bersama Pakde Karwo Tamu Khusus di Jamuan Makan Malam PM New Zealand

Posyandu yang berada di setiap kelurahan juga aktif melakukan penimbangan bayi dan balita untuk mencegah terjadinya gizi buruk, dan melayani ibu – ibu peserta KB.

Pemerintah kota Makassar juga memiliki program Home Care (Dottoro ta’) yang melayani pemeriksaan kesehatan pasien di rumah secara gratis selama 24 jam. Cukup menghubungi call center 112, perawat dan dokter akan berkunjung ke rumah pasien.

Berbarengan dengan Homecare (Dottoro ta’), Pemkot Makassar juga mengembangkan Telemedicine, program kesehatan berbasis teknologi online. Program ini memungkinkan pemeriksaan jantung (EKG) dilakukan dari rumah pasien ataupun dari Puskesmas yang laporan medisnya dikirim langsung ke dokter ahli jantung melalui smart phone.

Pelayanan kesehatan darurat bagi warga Makassar yang bermukim di pulau – pulau terlayani dengan ambulans laut yang mulai dioperasikan tahun ini. (**)

Baca Juga: Rahman Bando Dampingi Walikota Makassar Terima Kunjungan Menteri India