Dinkes Makassar Gelar Sosialisasi TB MDR

8 Maret 2017 17:42
Dinkes Makassar Gelar Sosialisasi TB MDR

MAKASSAR, INIKATA.com – Tingginya kasus penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tubercolusis menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat umum, baik dari aspek kesehatan maupun dari aspek ekonomi sosial, untuk itu perlu dilakukan program penanggulangan penyakit tersebut secara menyeluruh.

dinkes jugaDinas kesehatan (Dinkes) kota Makassar dalam menanggulangi penyakit tersebut melaksanakan gerakan ketuk pintu bagi Masyarakat, bekerja sama dengan lintas sektoral baik Pemerintah Kecamatan maupun pemerintah tingkat Kelurahan

Sosialisasi yang dilaksanakan dinas kesehatan, bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penderita Tuberculosis agar tidak terjadi kasus putus pengobatan, serta mendapat pelayanan pengobatan teratur sampai sembuh.

Hal tersebut dikemukakan kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P ) pada Dinkes Makassar Rosvyna Abu Bakar, saat membawakan laporannya pada Sosialisasi TB MDR lintas sektoral sekota Makassar yang diselenggarakan di Hotel D Maleo, Rabu (8/3/2017)

Dalam sambutannya Sekretaris kota (Sekkot) Kota Makassar Ibrahim Saleh mengemukakan bahwa Badan Kesehatan Dunia (WHO ) telah mencatat ditahun 2011 ada sekitar 500.000 kasus penyakit Tuberculosis (TB ) yang kebal terhadap obat INH dan Rifaphisin dengan jumlah angka kematian akibat bakteri tersebut setiap tahunnya sekitar 150.000 orang.

Baca Juga: Dinkes Makassar Peringkatkan Bahaya Perokok Pasif

“Dengan penanganan pasien TB, melalui program Matic Managemen Of Drug Resisten oleh WHO, khususnya dikota Makassar diharapkan mampu untuk menurunkan angka penularan pada penderita TB di masyarakat,”tuturnya

Menurutnya dengan melibatkan berbagai stakeholder baik itu pemerintah, swasta maupun LSM, serta melibatkan semua layanan kesehatan memungkinkan untuk menemukan dan melakukan penangan dini terhadap penyakit tuberculosis tersebut.

” Kepedulian semua unsur terutama yang melibatkan Lurah dan Camat dapat membantu kelangsungan pengobatan pasien TB terutama pengobatan 18 sampai 24 bulan,” terangnya.(**)

Baca Juga: Pemkot Apresiasi Langkah Dinkes Makassar