Dinsos Makassar Nikahkan Pria “Pemabuk”, Panaik Rp2 Juta, Bulan Madu di Panti Rehab

11 Maret 2017 20:03
Pernikahan di rehabilitasi anak Yayasan Kelompok Pencegahan dan Penanganan Narkotika (YKP2N) jalan Faisal, Sabtu (11/3).

MAKASSAR, INIKATA.com – Pria pengguna Obat daftar G, Tramadol, akhirnya memiliki kehidupan baru usai terjaring razia tim reaksi cepat (TRC) saribattang dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar, kini kisah Khairul (19) berakhir manis setelah di fasilitas untuk menikah oleh Dinsos bersama kekasihnya Nurhaliza (19).

Keduanya menikah di tempat rehabilitasi anak Yayasan Kelompok Pencegahan dan Penanganan Narkotika (YKP2N) jalan Faisal, Sabtu (11/3), maklum, karena keduanya terindikasi menggunakan obat daftat G.

Baca juga: Pria Ini Nikahi Jenazah Pacar Tercinta

Khairul bersama Istrinya terjaring Razia TRC Saribattang sekitar satu bulan lalu di tiang fly over, saat itu, mereka kedapatan sedang tidur berduaan, Hasil assesment oleh Satuan bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos), Khairul direhabilitas di YKP2N sedangkan Nurhalisa ditangani oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar.

Dinsos nikahkan (2)

Kedua sejoli tersebut segera dinikahkan karna ada hal yang mendesak akibat pergaulan bebas. Pernikahannya pun berlangsung sangat sederhana dengan mahar alias uang panai (Mahar) sebesar Rp2 juta dan seperangkat alat sholat (Alquran, sajadah dan kerudung). Besaran uang panai itu adalah kemampuan Khairul yang tawaran sebelumnya sebesar Rp8 juta.

Baca juga: Ayah Dipenjara, Ibu Menikah Lagi, Jadi Alasan Anak Ini Curi Motor

Walaupun pernikahan mereka berlangsung sederhana, namun kedua keluarga dari kedua belah pihak ikut menyaksikannya. Keluarga Khairul yang sempat datang yakni Ibu Kandungnya sendiri sementara keluarga Nurhalisa yakni pamannya sendiri. Pernikahan tersebut juga disaksikan oleh Pihak Dinas Sosial, DPPPA dan Pengelolah yayasan.

Beberapa menit usai menjadi pasangan sah, mereka langsung berpisah. Khairul kembali menjalani rehabilitas dengan masa lima bulan kedepan sementara Nurhalisa kembali ke kampung halamannya yang masih dalam wilayah Sulawesi Selatan. Sebelum Nurhalisa meninggalkan suaminya, mereka sempat diberi ruang khusus oleh pihak pengelolah Yayasan untuk pamit.

“ Kita nikahkan karna supaya mereka lebih hubungan mereka lebih aman,” Kepala Dinas Sosial yang diwakili oleh Kepala Seksi Anak Jalanan, Kamil. (**)

Baca juga: Pernikahan 15 Tahun Hancur Karena Istri Muda