Tujuh Proyek Infrastruktur Sulsel Masuk Prioritas Nasional 2018

20 Maret 2017 16:58
Musyawarah Perencanaan Pembangunan Dalam Rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Provinsi Sulawesi-Selatan Tahun 2018 dilaksanakan di Grand Calrion Hotel & Convention, Senin, (20/3/2017). (ardi/inikata)

MAKASSAR INIKATA.com – Tujuh proyek infrastruktur Sulsel masuk program prioritas nasional di tahun 2018. Antara lain, Bandara Buntu Kuni di Toraja, Kereta Api Trans Sulawesi, pelebaran jalan di Kabupaten Maros, Bypass Mamminasata, Simpang Lima Bandara, jalan lingkar Toraja, dan peningkatan jalan poros Bantaeng – Bulukumba.

Staf Ahli Bidang Pemerataan dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunas Nasional (Bappenas), Taufik Hanafi, mengungkapkan, Sulsel telah mengalami kemajuan di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) hingga pertumbuhan ekonomi. Angka partisipasi sekolah usia 7-15 tahun mengalami peningkatan. Selain itu, 90 persen proses kelahiran sudah ditangani tenaga kesehatan profesional, yang berimbas pada turunnya angka kematian ibu dan bayi.

“Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Sulsel terus mengalami peningkatan, baik diukur dengan metode baru ataupun lama,” kata Taufif, pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Dalam Rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Tahun 2018, yang dilaksanakan di Hotel Clarion Makassar, Senin (20/3).

Taufik mengatakan, selain kemajuan, ada beberapa tantangan yang dihadapi Sulsel. Seperti, isu disparitas dan pemerataan. Ia mencontohkan, IPM Kota Makassar jauh di atas nasional, tapi ada kabupaten yang harus ditingkatkan.

“Gap antar kabupaten dan kota harus diperbaiki,” ujarnya.

Ia menuturkan, pertumbuhan ekonomi Sulsel diharapkan 7,75 persen. Pertumbuhan ini perlu didukung sektor pertanian, kehutanan, konstruksi, industri pengolahan, dan pertambangan.

“Pemda perlu menjaga pertumbuhan kelima sektor ini. Ada beberapa proyek prioritas nasional, seperti Bandara Buntu Kuni, Kereta Api, pelebaran jalan Maros, Bypass Maminasata, Simpang Lima, jalan lingkar Toraja, dan poros jalan Bantaeng Bulukumba,” paparnya.

Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengungkapkan, banyak hal yang sudah dicapai Sulsel. Perekonomian Sulsel di triwulan terakhir cukup tinggi mencapai 8,3 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi tahun 2016 berdasarkan survei Badan Pusat Statistik 7,4 persen.

“Pendapatan per kapita masyarakat Sulsel 45,46 juta pendapatan,” kata Syahrul.

Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo, yang membuka acara musrenbang ini, mengatakan, usulan yang masuk akan ditindaklanjuti di musrenbangnas, yang akan dilaksanakan April nanti. Ia juga memuji kinerja Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang selama menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel.

“Janji politik Pak Syahrul di 2017 ini sudah mencapai apa yang ditargetkan. Tinggal memastikan melalui perencanaan di tahun 2018,” kata Tjahjo.

Ia menuturkan, usulan yang paling banyak di sektor infrastruktur jalan, kesehatan, dan irigasi. Tjahyo juga berpesan agar proyek nasional dan daerah yang mangkrak dan belum selesai harus diselesaikan karena menyangkut janji politik kepala daerah.

“Kami dari Kemendagri selalu survei jelang pilkada. Kalau seseorang bisa menjabat lebih dari dua periode, maka Pak Syahrul dan wakilnya akan dipilih kembali. Ini hasil survei per Maret ini,” ucapnya. (*)