Ini Harapan Wali Kota Makassar Adanya Gerakan Penanaman Cabai Serentak

29 Januari 2017 14:53
Wali Kota Makassar Danny Pomanto bersama jajaran SKPD, lingkup Perusda, Ormas, dan berbagai lembaga kemasyarakatan di Makassar melakukan Tanam Cabe Massal yang dilakukan di Perumahan Griya Prima Tonasa, Kecamatan Biringkanaya, Minggu (29/1/2017). (Foto:ist)

MAKASSAR,INIKATA.com – Wali kota Makassar Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto bersama jajaran SKPD, lingkup Perusda, Ormas, dan berbagai lembaga kemasyarakatan di Makassar melakukan Tanam Cabe Massal 10.600 bibit yang dilakukan hari ini di Perumahan Griya Prima Tonasa, Kecamatan Biringkanaya, Minggu (29/1/2017).

unnamed (29)

Wali Kota Makassar Danny Pomanto bersama jajaran SKPD, lingkup Perusda, Ormas, dan berbagai lembaga kemasyarakatan di Makassar melakukan Tanam Cabe Massal yang dilakukan di Perumahan Griya Prima Tonasa, Kecamatan Biringkanaya, Minggu (29/1/2017). (Foto:ist)

Hal ini menurut Danny sapaan akrab wali kota sebagai tradisi baru memanfaatkan ruang kosong perkotaan menjadi lahan produktif. Penanaman massif juga akan dilakukan di 153 kelurahan dengan jumlah lorong menghampiri 7 ribu.

unnamed (30)

Wali Kota Makassar Danny Pomanto bersama jajaran SKPD, lingkup Perusda, Ormas, dan berbagai lembaga kemasyarakatan di Makassar melakukan Tanam Cabe Massal yang dilakukan di Perumahan Griya Prima Tonasa, Kecamatan Biringkanaya, Minggu (29/1/2017). (Foto:ist)

Dengan demikian Danny berharap Makassar bisa menjadi sentra produsen nasional di tengah krisis cabe yang melanda negeri ini.

“Pak menteri (Menteri Pertanian) memang pernah menelpon saya melalui pak Wagub. Beliau (Menteri) pikir kita sudah panen. Insya Allah nanti hari koperasi bulan Juli dan berharap menjadi primadona hari kooperasi,” ucapnya.

Baca Juga: Diguyur Hujan, 10.600 Orang Ikut Gerakan Makassar Tanam Cabe

Bahkan Danny berharap ke depan Presiden RI Joko Widodo datang melihat langsung hal ini karena menurutnya penanaman cabe massal akan banyak menjawab berbagai persoalan di negeri ini.

Diantaranya kata Danny, menjawab persoalan inflasi, pemberdayaan masyarakat, gini rasio (gini ratio), pemberdayaan perempuan, lingkungan hijau, serta menjawab masalah pendidikan.

“Kita ingin bagaimana masyarakat berpendapatan di lorong. Program ini kita lakukan secara terpadu. Semua untuk rakyat. Bagaimana program menyentuh masyarakat, melibatkan partisipasi masyarakat, memberi manfaat, dan sebagai solusi menghadapi kesulitan dan tantangan masa depan. semua untuk rakyat,” pungkasnya.

Senada dengan hal itu, Ketua Timpro Pokja Bulo Sakka Pati menyampaikan program Bulo ini mendorong percepatan perekonomian warga lorong dengan budi daya tanaman cabe.

“Setiap kelompok tani di lorong menanam 1.500 bibit cabai,” ucapnya.

Menurut Sakka, mayoritas warga yang tidak terbiasa bertani ini diberikan workshop mekanisme budi daya cabe mulai dari proses pembenihan, penyemaian, pemeliharaan dan pendampingannya. (**)

Baca Juga: Penanaman Cabai Serentak Akan Mendapatkan Rekor Muri