Ini Perusda Rapor Merah Dari Pandangan Dewan

31 Januari 2017 16:40
Sekretaris Komisi B DPRD Makassar, William. (Arifuddin/inikata.com)

MAKASSAR,INIKATA.com – Kendati belum melakukan evaluasi kinerja Perusahaan Daerah (Perusda) sepanjang tahun 2016. Namun, anggota dewan DPRD Makassar sudah dapat menyimpulkan beberapa perusda memiliki “rapor merah” alias belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Diantaranya, PD Pasar, PD Terminal, PD RPH dan PD Parkir.

Sekretaris Komisi B DPRD Makassar, William mengatakan dari laporan yang diterimanya, belum ada perusda yang mencapai target, baik dari segi devidennya maupun dari segi pelayanan.

“Misalnya PD Terminal, terminal bayangan masih ramai, masih ada mobil tidak melalui terminal. Target deviden yang dijanjikan sewaktu lelang jabatan dulu juga belum tercapai,” kata Legislator dari Fraksi PDIP DPRD Makassar ini kepada Inikata.com, Selasa, (31/01/2017).

Selain PD Terminal, lanjut William, PD Pasar belum menonjolkan perubahan signifikan,” Seperti belum selesai pembangunan sentral, sehingga pedagang masih terbengkalai di sana karena kondisi fisik belum terealisasi secara maksimal,”ungkapnya.

Sama halnya PD Parkir dan PD RPH. Kedua perusda tersebut, katanya, belum memenuhi target yang dijanjikannya sewaktu lelang jabatan kemarin.

“Bicara PAD ada sekitar 10 sampai 11 milliar tapi biaya operasional juga tinggi jadi sama juga. Seharusnya PD Parkir melihat yg mana mesti dikurangin agar menekan biaya operasional. Karena sama ji deviden yg diberikan sedikit. Selain itu, masih banyak parkir liar yang belum ditertibkan,” tandasnya.

“Sama halnya PD Rumah Pemotongan Hewan (RPH), target pendapatan belum maksimal. Banyak laporan warga masih banyak pemotongan hewan liar. Bagaimana caranya bisa mencapai target jika pemotongan liar tidak ditertibkan,” lanjutnya.

Terkait PDAM dan BPR, William belum dapat berkomentar banyak. Kendati, pihaknya akan mengundang Dirut Perusda untuk mengadakan evaluasi kinerja sepanjang tahun 2016.

“Saya harap di tahun 2017 ini, jadi evaluasi semua dirut sehingga kita akan melihat kemampuan, progres dan kredibilitasnya. 2017 ini jadi evaluasi final kalau memang tidak mampu, harus diganti,” tandasnya. (**)